Teruntuk si Kecil dan si Istimewa

Teruntuk kamu, istimewa. Bersyukurlah karena walaupun sudah sejauh apapun kau menjauh darinya, kau tetap satu-satunya yang dapat melintasi orbit pikirannya.

Teruntuk kamu, istimewa. Bersyukurlah akan rasa yang tak pernah hilang untukmu sampai detik ini. Ya, rasa itu tak pernah salah alamat, sekalipun ada yang mencoba menyesatkan. Bahkan rasa itu masih tetap tumbuh ditengah keacuhanmu.

Teruntuk kamu, istimewa. Bersyukurlah karena tidak harus merasakan pahitnya menjadi si kecil. Ada, namun tiada. Kuyakin kau paham betul bagaimana rasanya, bukan?

Dan teruntuk kamu, kecil. Sudahkah kau merasa lelah? Lelah akan menjadi sebuah bayang bayang yang tak akan pernah menjadi nyata?

Kecil, berhentilah ketika engkau merasa bahwa kau sudah letih.

Atau kau bisa tetap seperti itu jika dirasa kau masih kuat untuk berpegang erat di duri yang sejatinya menyakitimu.

Kau tau kadar kekuatan mu sendiri. Yang pasti, tak ada salahnya kau tetap berada disisinya. Tak ada salahnya kau tetap berbuat baik padanya. Tak ada salahnya kau tetap menemaninya, mendukungnya, atau mengaguminya dalam diam sekalipun meski kau sudah tau jawabannya, itu semua takkan pernah berbalas.

Teruntuk kamu, kecil. Percayalah, Tuhan sudah menggariskan cerita hidupmu. Yakinlah bahwa kelak saat yang indah itu akan datang padamu. Diwaktu yang tepat dan tak salah alamat.

-re

Komentar

Postingan Populer