Pamit
Setelah beberapa tahun silam, aku kembali merasakannya
Merasakan sesuatu hal yang lebih untuk seseorang
Setiap malam selalu kusebut namanya dalam doaku
Setiap tangis yang tercurahkan sebab aku meminta dengan sangat kepada Tuhanku, dialah salah satu alasannya
Setiap asa yang selalu kupanjatkan, dialah salah satu dari sekian banyak asa yang aku harap dengan sangat
Inginku memilikimu sampai saat ini masih terbilang sangat besar
Namun melihat keadaan sekarang, memang kita semakin dijauhkan
Semakin ditunjukkan bahwa tak akan adanya sinyal kejelasan
Aku pun juga harus sadar akan kadar dalam mencintai seseorang
Katanya, 'memang harus ada yang dilepaskan meski hati sangat bersungguh-sungguh'
Dan sekarang....
Mungkin inilah waktu yang tepat untuk melepaskan yang harus dilepaskan
Melupakan yang harus dilupakan
Menikmati realita yang tak sesuai dengan yang diekspetasikan
Belajar mengubah kesedihan menjadi keceriaan
Karena akupun berhak bahagia
Aku pamit, undur diri
Dari aku, yang pernah menyelipkan namamu dalam doa setiap harinya
-re

Komentar
Posting Komentar