Aku, Jatuh Hati Terhadap Dia yang Istimewa
Entah...
Semacam sedang merasa bimbang setiap harinya. Bimbang yang tak menemui batas kejelasan. Sebenarnya, aku terlalu egois kalau untuk memaksakan ini semua menjadi indah
sedangkan, kisah ini tak kunjung menunjukkan sinyal kejelasan.
sedangkan, kisah ini tak kunjung menunjukkan sinyal kejelasan.
Entah...
Mungkin aku yang terlalu perasa
menganggap semua ini sebagai jenjang pendekatan sebelum sebuah kisah dimulai.
Mereka benar....
Seharusnya aku tak membiarkan ini semua terjadi.
menganggap semua ini sebagai jenjang pendekatan sebelum sebuah kisah dimulai.
Mereka benar....
Seharusnya aku tak membiarkan ini semua terjadi.
Karena pada dasarnya memang kisah ini ujungnya menyakitkan salah satu pihak, yaitu aku.
Namun, lagi-lagi. Aku melanggar keharusan tersebut.
Aku memutuskan untuk melanjutkan semua ini.
Dengan segala resiko yang akan aku rasakan kelak, aku siap!
Namun, lagi-lagi. Aku melanggar keharusan tersebut.
Aku memutuskan untuk melanjutkan semua ini.
Dengan segala resiko yang akan aku rasakan kelak, aku siap!
Entah...
Baru kali ini aku merasakan seperti ini.
bertemu dengan seseorang yang bisa membuatku berpandangan "wah!" terhadap dirinya.
iya, untuk pertama kalinya.
bertemu dengan seseorang yang bisa membuatku berpandangan "wah!" terhadap dirinya.
iya, untuk pertama kalinya.
Biasanya, aku tak mudah menilai orang "wah!". Cuek, tidak peduli, sombong, jutek, itulah aku biasanya.
Tapi.. Entah mengapa saat awal ku mengenalmu, semua terasa berbeda.
Mungkin memang itulah bedanya dirimu dengan yang lain, sehingga membuatku mudah untuk mengukir namamu.
Terlalu berlebihan memang bisa dibilang, namun itulah kenyataannya.
Aku, jatuh hati terhadap dia yang istimewa.
-re
-re

Komentar
Posting Komentar